Mengidenfiikasi Unsur Cerita

Cerita Anak

Cerita anak termasuk cerita fiksi baru. Karakteristik cerita anak tidak berbeda dengan karya sastra lainnya. Cerita anak sebagaimana cerita lain juga dibentuk oleh unsur intrinsik seperti tokoh, latar, tema, amanat, dan alur.

Unsur pembeda cerita anak dengan cerita fiksi lainnya, yaitu fokus perhatiannya. Fokus perhatian cerita anak adalah anak-anak. Tokoh dalam cerita anak boleh siapa saja, tetapi tetap harus tokoh anak-anak. Tokoh tersebut menjadi tokoh utama dalam cerita. Tokoh cerita anak dapat juga berupa benda mati, tanaman atau tumbuhan, dan aneka satwa (binatang) yang seolah-olah bertingkah laku seperti perilaku manusia.

Cerita anak yang baik yaitu cerita yang mengantarkan dan berangkat dari dunia anak-anak. Ketika membaca cerita, anak-anak tidak mengalami kesulitan memahami ceritanya. Jadi, cerita anak yang baik yaitu cerita sederhana, tidak berbelit-belit, dan mudah dimengerti jalan ceritanya.

 

Menentukan Watak Tokoh Cerita

Tokoh cerita merupakan individu atau pelaku dalam cerita. Tokoh dapat dibedakan menjadi tokoh utama dan tokoh sampingan. Tokoh utama dibedakan menjadi tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang memiliki sifat baik. Sementara itu, tokoh antagonis adalah tokoh yang melawan tokoh protagonis. Biasanya tokoh tersebut memiliki sifat jahat.

 

Menentukan Amanat Cerita

Amanat cerita adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada penonton. Amanat disampaikan lewat pemeranan tokoh, baik melalui ucapan maupun perbuatan tokoh.

 

Menentukan Latar Cerita

Latar atau setting adalah gambaran tempat, waktu, atau segala situasi di tempat peristiwa terjadi dalam cerita.

 

Menentukan Tema Cerita

Tema adalah inti atau ide pokok sebuah cerita. Tema merupakan pangkal tolak pengarang dalam menyampaikan ceritanya. Untuk memahami tema, temukan ide pokok cerita tersebut. Tema biasa disampaikan dalam satu kalimat.

 

Menentukan Keteladanan Tokoh Cerita

Keteladanan tokoh adalah sikap, perilaku, atau perbuatan tokoh dalam cerita yang patut dicontoh. Sikap, perilaku, atau perbuatan tokoh tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap, perilaku, atau perbuatan tokoh yang dapat diteladani biasanya dilakukan oleh tokoh protagonis.

 

LIHAT SEMUA Tambahkan catatan
ANDA
Tambahkan komentar