• Tidak ada produk dalam keranjang.

5 Kesadaran Penting yang Harus Anda Miliki Saat Mengalami Kegagalan

Sebagai seorang manusia normal kita pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidup. Ada yang gagal dalam ujian tes CPNS, tes perangkat desa, tes PPPK, atau kegagalan lainnya. 

Apakah Anda juga pernah mengalami kegagalan dalam hidup?

Atau mungkin Anda pernah mengalami berkali-kali gagal dalam mencapai tujuan Anda?

 

Dalam menyikapi kegagalan pun seseorang juga berbeda-beda. Ada yang menyikapi dengan segera bangkit dan move on lagi. Namun, di sisi lain ada orang yang menyikapi kegagalan dengan berlarut-larut dalam penyesalan. Bahkan tak jarang ada yang menyalahkan keadaan atau orang lain atas kegagalan yang dialami.

Nah, melalui tulisan ini saya ingin mengajak Anda untuk menyadari 5 hal penting yang jika Anda pahami dengan kesadaran yang utuh, niscaya Anda akan menjadi pribadi yang lebih bijak dan lebih baik lagi.

Apa saja 5 hal tersebut, yuk simak sampai habis ya..

 

5 Kesadaran Penting yang Harus Anda Miliki Saat Mengalami Kegagalan

#1. Sadar Bahwa Segala Sesuatu Terjadi Atas Izin dan Kehendak Allah

Iya, benar. Pahami dan sadarilah bahwa tidak ada segala sesuatu yang terjadi melainkan semua atas izin dan kehendak Allah. Termasuk kegagalan dan kelemahan hidup yang sedang kita alami, semua terjadi atas izin dan kehendak Allah.

Sebagaimana Firman Allah dalam Surat Al An’am ayat 59:

 

وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ 

 

Arab-Latin: Wa ‘indahụ mafātiḥul-gaibi lā ya’lamuhā illā huw, wa ya’lamu mā fil-barri wal-baḥr, wa mā tasquṭu miw waraqatin illā ya’lamuhā wa lā ḥabbatin fī ẓulumātil-arḍi wa lā raṭbiw wa lā yābisin illā fī kitābim mubīn.

Terjemah Arti: “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)

Sebagai seorang yang beriman tentu kita harus meyakini adanya Qada’ dan Qadar. Yaitu ketentuan dan ketetapan yang telah Allah tetapkan di dalam kitab Lauh Mahfudz.

Kegagalan yang sedang kakak alami saat ini pun terjadi atas izin Allah yang memang sudah tertulis di dalam kita Lauh Mahfudz. Sadarilah bahwa yang sudah tertulis pasti lebih baik dari pada apa yang kita inginkan.

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗوَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ 

 

﴾Arab-Latin): maa ashaaba min mushiibatin illaa bi-idzni allaahi waman yu/min biallaahi yahdi qalbahu waallaahu bikulli syay-in ‘aliimun Terjemahan Indonesia: “Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. ” (QS. At-Tagabun: 11)

#2. Sadari Bahwa Kehendak Allah Pasti yang Terbaik Bagi Kita

Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

 

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

 

Dari penjelasan hadist di atas, yuk tetap jaga baik sangka kita terhadap Allah. Insya Allah dengan kesabaran terhadap ujian berupa kegagalan semakin melatih kita menjadi pribadi yang lebih menghargai sebuah proses perjuangan. Bukankah emas menjadi perhiasan itu melalui proses penempaan yang tidak mudah?

 

#3. Sadari Bahwa Semua Sudah Terukur

Marilah kita ingat dan menyadari kembali. Allah memberikan ujian kepada hamba-Nya pasti sudah terukur. Tidak mungkin Allah memberikan ujian di luar kemampuan dan kesanggupan kita.

 

Allah berfirman di dalam surat Al Baqarah ayat 286 :

 

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

Artinya:

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

 

Dan jika kita cermati lebih jauh, sesungguhnya Allah tidaklah menguji kemampuan kita. Tapi Allah sedang menguji kemauan kita. 

Mau nggak kita tetap bersabar?

Mau nggak kita tetap istiqomah?

Mau nggak kita menyadari dan berpasrah diri bahwa kita ini sebenarnya adalah makhluk yang lemah.

Laa haulaa wa laa quwwata illa billah.

Tidak ada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Allah.

 

#4. Sadari Bahwa Musibah Bisa Menggugurkan Dosa

“Tidaklah seorang mukmin tertimpa rasa sakit yang terus menerus, rasa capek kekhawatiran pada masa depan, sedih akan masa lalu, kesusahan hati berduka cita, atau sesuatu yang menyakiti sampai pada duri yang menusuknya, itu semua akan menghapuskan dosa-dosanya,” (HR. Bukhari No.5641 dan Mukmin No.2573).

 

Yuk, kita menyadari bahwa sesungguhnya Allah sedang mengeluarkan toxid dari tubuh kita. Toxid berupa dosa.

Apakah kita tidak mau bahwa dengan kegagalan atau musibah yang sedang kita alami sebenarnya Allah sedang menggugurkan dosa-dosa kita.

 

#5. Sadari Semua Bisa Ditolong Oleh Allah, Termasuk Anda

Yang nomor 5 ini sangatlah penting ya Kak.

QS. Al-Baqarah Ayat 214

 

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ214. 

 

Artinya: “Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.

Sadarilah bahwa pertolongan Allah sangat dekat. 

Selain dekat, pertolongan Allah itu sungguh dahsyat. Manakala pertolongan Allah itu sudah turun, tidak seorang pun yang mampu menahan dan mencegahnya. Bahkan, sesuatu yang dipandang mustahil oleh manusia justru bisa terjadi melampaui nalar dan rencananya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa, Pengasih, dan Penyayang.

 

Mudah-mudahan dengan menyadari 5 hal ini kita bisa lebih mudah berlapang dada terhadap ketentuan dan ketetapan Allah. Termasuk kegagalan yang sedang kita alami.

Yuk, segera bangkit dari kegagalan. 

Segera move on.

Dan tetap optimis, bahwa bad day pasti berlalu.

 

Semoga bermanfaat.

 

2 Maret 2022

1 Tanggapan pada "5 Kesadaran Penting yang Harus Anda Miliki Saat Mengalami Kegagalan"

  1. bagus sekali artikelnya, semoga menambah pengetahuan dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terimakasih pak widhi dan tim atas ilmunya semoga menjadi amal jariyah dan keberkahan hidup, aamiin..

Berikan Komentar Anda

Kursus Perangkat Desa