Rancangan Pola Asuh Anak

Rancangan pola asuh anak berikut ini merupakan kelanjutan tulisan saya terkait parenting.

<SEBELUMNYA: PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Rancangan Pola Asuh Anak yang Dapat Dilakukan Orang Tua

 

  1. Autonomy support

Tujuan dari pola pengasuhan ini adalah bagaimana mendorong anak untuk dapat mandiri melakukan rutinitas hariannya dengan kehendaknya sendiri tanpa ada paksaan dari luar. Selain itu juga mampu untuk mencari solusi dan mengambil keputusan untuk setiap masalah yang ia hadapi.

Untuk itu pola pengsuhan yang diterapkan adalah menghargai dan memahami apa yang si kecil inginkan. Peran orang tua disini adalah sebagai pemberi dukungan dan fasilitator.

  • Autonomy support pada usia balita

Pada usia 2-3 tahun, ijinkan ia mencoba makan sendiri. Jangan surutkan keinginannya untuk mandiri dengan memarahinya karena makanan berantakan. Biarkan ia memilih makanan yang hendak ia makan.

 

2. Provision Support

Provision support merupakan bentuk pola asuh dengan mengenalkan anak kepada aturan. Pola asuh ini akan membentuk anak untuk berdisiplin menjalankan rutinitasnya sehari-hari. Selain itu juga membuat anak menyadari bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa ia langgar dengan alasan kesopanan atau norma lainnya.

  • Provision structure untuk anak usia 0-1 tahun

Pada tahap ini, pola asuh provision structure yang diberikan dapat berupa ketepatan waktu mandi, makan, dan tidur. Selain akan membantuk pola kegiatan yang teratur, kebiasaan seperti ini dapat membantu anak untuk menyesuaikan jam biologisnya dengan anggota keluarga yang lain.

  • Provision structure pada usia 2-5 tahun

Ajaran untuk bertanggung jawab sudah dapat diajarkan mulai usia 2 tahun. Caranya, ajak anak untuk membersihkan mainannya seusai main. Tetaplah konsisten dengan pola yang Parents berikan pada saat usianya 1 tahun.

  • Provision structure pada usia 3 tahun,

Rewards dan punishment sudah bisa mulai dikenalkan. Ajarkan anak tetang apa yang boleh dan tidak boleh ia lakukan. Ajak anak untuk menyusun aturan. Reward apa yang ia inginkan bila ia mampu melakukan sesuai aturan yang disepakati. Sebaliknya, punishment seperti apa yang akan ia terima bila melanggar aturan-aturan tersebut.

 

3. Involvement Support

Pola pengasuhan involvement support bertujuan untuk memberitahu anak bahwa orang tua akan selalu terlibat aktif mendukung seluruh kegiatan anak. Pada usia balita, keterlibatan ini mungkin berupa bantuan atau uluran tangan saat anak kesulitan, melakukan aktivitasnya.

Namun, ketika anak beranjak besar, maka bentuk bantuan harus mulai dikurangi dan dirubah dalam bentuk komunikasi guna mengetahui apakah anak mengalami masalah atau tidak.

  • Involvement support pada usia 0-3 tahun

Bentuk dukungan orang tua pada usia ini tentu saja masih sangat banyak. Orang tua dapat mengajarkan kepadanya bagaimana memegang sendok saat makan, menggosok gigi, memegang pensil, belajar berjalan hingga berbahasa.

  • Involvement support pada usia 3-5 tahun

Seperti pada autonomy support, pada tahap usia ini, orang tua sudah mulai mengurangi keterlibatannya dalam aktivits anak. Saat anak hendak menggosok gigi, orang tua cukup membantu mengambilkan air kumur atau menaruh pasta gigi di sikat.

 

Apa selanjutnya?

Tidak ada yang lebih penting dari ribuan teori yang Anda miliki selain adanya satu tindakan nyata.

Mulai saat ini, cobalah Anda ingat kembali, sudahkah kita mendidik anak sesuai dengan rencana mendidik yang tepat?

Jika belum, mulailah mempraktekkan isi tulisan ini sesuai dengan usia dan perkembangan si Anak.

 

Semoga bermanfaat.

18 Maret 2017

0 Tanggapan pada "Rancangan Pola Asuh Anak"

    Berikan Komentar Anda