ciptacendekia
Search

Soal Pemahaman Bacaan dan Menulis

Soal Pemahaman Bacaan dan Menulis – Diterima belajar di perguruan tinggi negeri favorit menjadi salah satu impian bagi siswa-siswi yang baru saja lulus dari SMA. Ada banyak universitas negeri besar yang menjadi tujuan kuliah di Indonesia. Beberapa universitas tersebut antara lain UNS, UNY, dan beberapa perguruan tinggi lainnya.

Untuk dapat mewujudkan mimpi agar lulus masuk ke perguruan tinggi negeri favorit tentunya tidaklah mudah. Ada berbagai macam faktor yang bisa memengaruhi keberhasilan Anda. Mulai dari kuota yang tersedia, banyaknya peserta ujian, serta materi tes ujian yang disediakan.

Selain itu, satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah mempersiapkan mental dalam menghadapi ujian. Apabila Anda telah mempersiapkan sejak jauh-jauh hari dengan rajin belajar, maka secara otomatis akan memperkuat mental Anda. Karena telah tertanam dalam pikiran bahwa kita siap menghadapi ujian tes masuk perguruan tinggi.

Kami telah menghimpun beberapa materi subtes yang nantinya akan dimasukkan dalam ujian. Berdasarkan situs resmi dari SNPMB, terdapat 7 tes yang akan digunakan dalam ujian. Antara lain:

  1. Penalaran Umum
  2. Pengetahuan dan Pemahaman Umum
  3. Pemahaman Bacaan dan Menulis
  4. Pengetahuan Kuantitatif
  5. Literasi dalam Bahasa Indonesia
  6. Literasi dalam Bahasa Inggris
  7. Penalaran Matematika

Untuk semakin mempermudah Anda dalam mempersiapkan diri, kami telah membuat berbagai panduan serta materi untuk bisa membantu dalam menguasai salah satu subtes dari SNPMB, yaitu soal pemahaman bacaan dan menulis dengan lebih percaya diri dalam menghadapi ujian UTBK SNBT.

Apa Itu Pemahaman Bacaan dan Menulis

Tes pemahaman bacaan dan menulis adalah tes yang menguji kemampuan dasar dalam membaca, kelancaran membaca, dan keterampilan menulis yang diperlukan untuk memahami bahasa tulis dan ekspresi pikiran melalui tulisan.

Kemampuan ini mencakup ini mencakup kemampuan-kemampuan dasar dan kemampuan yang lebih kompleks seperti memahami wacana tertulis dan menulis cerita.

Bagaimana Strategi Menghadapi Soal Pemahaman Bacaan dan Menulis?

Agar Anda bisa lebih mudah dalam mengerjakan soal pemahaman bacaan dan menulis, kami membuat strategi belajar. Strategi ini sering sekali digunakan serta memiliki tingkat keefektifan sangat baik. Strategi tersebut antara lain:

  1. Pahami Konsep Dasar: Sebagai tahap awal belajar, Anda bisa memulainya dengan memahami konsep-konsep dasar yang ada di dalam subtes soal pemahaman bacaan dan menulis. Seperti ide pokok, kepaduan wacana, kalimat efektif, ejaan dan tanda baca, kata hubung (konjungsi), imbuhan, penentuan judul dan lain-lain.
  2. Latihan Secara Intensif: Tahap selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengerjakan latihan soal-soal pemahaman bacaan dan menulis secara rutin. Hal ini dilakuakn agar Anda bisa lebih mengenali berbagai pola-pola yang sering muncul dalam soal ujian.
  3. Menganalisis setiap Soal: Setelah Anda menyelesaikan sebuah soal, tahap selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan cara menganalisis. Anda bisa mengotak-atik apakah soal tipe tertentu bisa dikerjakan dengan cara yang lebih praktis.
  4. Memanfaatkan Berbagai Sumber Belajar: Salah satu strategi yang tidak kalah pentingnya, Anda bisa belajar dari berbagai sumber seperti buku-buku, video pembelajaran, dan berbagai aplikasi latihan soal. Hal ini bisa dilakukan untuk memperdalam pemahaman Anda terhadap materi pemahaman bacaan dan menulis.

Teknik Penyelesaian Soal

Selain beberapa strategi di atas, ada juga berbagai teknik-teknik yang bisa Anda gunakan dalam mengerjakan soal. Teknik penyelesaian soal ini sangatlah membantu Anda serta membuat lebih efisien dalam mengerjakan soal.

Teknik-teknik tersebut antara lain:

  1. Membuat Skema: Anda bisa membuat skema untuk membantu dalam memvisualisasikan hubungan antara informasi yang diberikan dalam setiap soal.
  2. Pola Logis: Anda bisa mempelajari pola-pola logis yang sering muncul dalam setiap soal. Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap soal yang diujikan dalam suatu tes, memiliki pola-pola tersendiri sesuai dengan standar yang menjadi acuan.
  3. Mengeliminasi Jawaban: Anda bisa menggunakan teknik eliminasi ini untuk mengurangi pilihan jawaban yang Anda yakini salah. Sehingga meningkatkan peluang Anda dalam memilih jawaban yang paling benar. Anda bisa menerapkan teknik ini pada setiap soal, sehingga Anda akan berpeluang mendapat nilai yang tinggi jika memilih banyak jawaban yang benar.

Latihan Soal Pemahaman Bacaan dan Menulis

Setelah Anda membaca mengenai strategi dan teknik yang bisa digunakan untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian SNBT, mari kita langsung praktikan.

Kami telah membuat sebuah kuis yang berisi sekitar 20 soal. Sebagai tahapan awal yang bisa Anda lakukan adalah mengerjakan kuis di bawah ini sekaligus menerapkan strategi tersebut. Anggap saja ini untuk pemanasan dulu.

Petunjuk pengerjaan soal:

  1. Simak dan bacalah dengan teliti setiap soal yang ditampilkan di dalam kuis ini!
  2. Selanjutnya pilih jawaban yang paling benar menurut Anda.
  3. Untuk semakin membuat seru latihan Anda, kerjakan semua soal dalam batas waktu yang telah kami tetapkan. Ini berguna untuk melatih Anda dalam mengatur waktu pengerjaan soal.
  4. Untuk bisa mengetahui skor perolehan dari kuis tersebut, pastikan Anda telah memasukkan nama dan email yang valid di akhir sesi.
  5. Setelah itu, skor akan otomatis tampil jika Anda menyelesaikan seluruh soal dan mengisi data nama serta email.
  6. Apabila skor yang Anda peroleh belum maksimal, silakan ulangi kembali mengerjakan kuis ini. Caranya dengan merefresh halaman ini.

Ini adalah kuis dengan batasan waktu. Anda akan diberikan waktu 2400 detik untuk menjawab semua pertanyaan yang tersedia. Apakah Anda siap?

2400

Perhatikan teks berikut ini!

(1) Pragmatisme telah menjangkiti penyelenggara dunia pendidikan kita, mulai dari SD sampai perguruan tinggi. (2) Tujuan pendidikan menurut pembukuan UUD 1945 mencerdaskan berbangsa dan bernegara, mengalami pendangkalan, karena digantikan jargon-jargon popular seperti "memproduksi manusia unggul, berdaya saing global, dan mampu memenuhi tuntutan pasar".

(3) Menjadi persoalan besar, ketika indikasi yang sangat instrumental ini mengambil alih arah dan tujuan penyelenggara pendidikan di negara kita. (4) Keberhasilan pendidikan semestinya tidak hanya diukur dari kompetisi anak didik tetapi kebiasaan dalam sikap, tindakan, ketajaman intuisi, dan nurani sebagai wujud transformasi utuh manusia di dalam keadaban bersama. (5) ketika motif dagang memasuki kawasan pendidikan yang terjadi adalah kolonisasi homo ekonomicus. (6) Alih-alih menerapkan kriteria pendidikan, para birokrat kita justru lebih sibuk menerapkan nalar industri dan memburu ISO. (7) Mutu tata kelola pendidikan didefinisikan berdasarkan kepuasan pelanggan. (8) Pasar menjadi kata penentu dalam sebuah keputusan. (9) Momok besar perguruan tinggi sekarang ini adalah jika lulusan tak laku di pasar.

(10) Dominasi nalar ekonomi ini membuat nalar praktis dan epistemik tenggelam di bawah nalar instrumental. (11) Orang diajarkan jadi "tukang nalar" yang tahu mencapai tujuan tetapi tak mampu menimbang baik buruk tujuan. (12) Cita-cita mendidik warga dialihkan menjadi mendidik konsumen yang tentu saja tak diajarkan bersikap kritis, rasional, abstrak-imajinatif-kreatif demi kebaikan hidup bersama. (13) Sebaliknya, mereka dididik hasratnya untuk menyerap segala hal gemerlap yang ditawarkan pasar.
(Dikutip dengan pengubahan dari Kompas, 26 Desember 2012)

Kesalahan penggunaan ejaan ditemukan pada kalimat ….

Benar! Salah!

Kesalahan ejaan ditemukan pada kalimat ke-1, yaitu adanya kata menjangkiti yang baku adalah mnjangkit yang bermakna menulari, kalimat ke-3, yaitu penggunaan arah dan tujuan yang dianggap tidak efektif.

Keberhasilan pasukan koalisi pemerintah membuktikan, bahwa persatuan seluruh komponen menjadi syarat mutlak bagi keberlanjutan Irak.

Kalimat tersebut menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang salah karena ….

Benar! Salah!

Kata bahwa merupakan konjungsi yang berfungsi menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang di depan. Penulisan kata bahwa dalam sebuah kalimat tidak membutuhkan tanda koma (,) jika terletak di tengah kalimat.

(1) Keterbatasan yang dimiliki penyandang disabilitas menyebabkan kesejahteraannya lebih rendah dibandingkan dengan kelompok lain. (2) Ketika penyandang disabilitas diberikan akses di bidang kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan, tingkat kesejahteraan mereka akan meningkat. (3) Untuk turut meingkatkan akses penyandang disabilitas, faktor ketersediaan data, kelengkapan data, dan juga validitas data penyandang disabilitas dirasa menjadi penting. (4) Oleh karena itu, pendataan ulang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah sehingga diperoleh data yang sesuai kondisi di masyarakat. (5) Hal itu dilakukan untuk mengetahui data terkini tentang penyandang disabilitas, termasuk ketersediaan akses dan kondisi kehidupannya. (6) Beberapa penelitian menemukan sejumlah permasalahan disparitas keberadaan akses bagi penyandang disabilitas di antardaerah di Indonesia. (7) Misalnya, keberadaan penyandang disabilitas yang cenderung tidak memiliki akses, berdampak negatif bagi kesejahteraan rumah tangga dan daerahnya.
(Diadaptasi dari kompas.id)

Kalimat berikut perlu ditambahkan dalam bacaan tersebut. "Bagaimanapun juga peningkatan akses penyandang disabilitas diperlukan demi pencapaian kesejahteraan hidupnya."
Kalimat tersebut paling tepat ditempatkan setelah kalimat ….

Benar! Salah!

Kalimat tersebut paling tepat ditempatkan setelah kalimat (7). Kuncinya ada pada konjungsi bagaimanapun juga. Konjungsi tersebut sesuai dengan pernyataan-pernyataan pada kalimat sebelumnya yang banyak membahas tentang peningkatan akses penyandang disabilitas demi pencapaian kesejahteraan hidupnya.

Bacalah teks berikut dengan teliti!

(1) Kegiatan kepramukaan itu, diikuti oleh semua siswa kelas XI. (2) Menjelang acara "reboisasi" di Kaliurang, beberapa anak tampak membawa sabit, pacul, pupuk, sapu lidi, ember, selang air, dan pupuk humus. (3) Beberapa yang lain tengah menyiapkan tanaman produktif, seperti mangga, rambutan, klengkeng, jambu klutuk, markisa dan sawo. (4) Tepat pukul 7.30, cara tersebut dibuka dengan sambutan sekaligus pembukaan dengan serah-terima bibit tanaman. (5) Upacara berakhir, beberapa guru tampak menyiapkan diri mengikuti para siswa menuju desa Kinahrejo dan sekitarnya.

Kesalahan tanda baca terdapat dalam kalimat ….

Benar! Salah!

Kesalahan tanda baca terdapat dalam kalimat nomor (1). Setelah pernyataan "Kegiatan kepramukaan itu" tidak perlu tanda koma.

Cermati kalimat berikut ini!

Untuk sukses dalam usaha perikanan, ia tekun membaca buku yang berjudul cara merawat ikan patin dan ikan bandeng di air payau.

Penulisan judul buku yang sesuai dengan ejaan yang berlaku adalah ….

Benar! Salah!

Perlu diingat! Penulisan judul buku termasuk dalam hal penggunaan huruf kapital (huruf besar). Kata-kata seperti di, ke, dari, dan, yang, ditulis dengan huruf kecil tetapi kalau kata tersebut berada pada posisi awal maka ditulis dengan menggunakan huruf besar atau kapital. Jadi, penulisan judul yang tepat adalah Cara Merawat Ikan Patin dan Ikan Bandeng di Air Payau. Kata "dan" dan "di" tidak ditulis dengan huruf besar karena merupakan kata penghubung dan kata depan.

(1) Sekarang ini pendidikan antikorupsi merupakan suatu hal yang sangat penting. (2) Untuk itu, pendidikan antikorupsi perlu dilakukan di semua lapisan masyarakat. (3) Amat disayangkan bahwa di Indonesia masih terdapat banyak keluarga-keluarga yang tidak menerapkan pola asuh antikorupsi di dalam rumahnya. (4) Hal itu terlihat jelas dengan adanya budaya korupsi dalam berbagai "versi". (5) Budaya korupsi versi ini justru diajarkan orang tua melalui kebohongan. (6) Tanpa sadar orang tua sering mengajarkan anaknya berbohong. (7) Misalnya, ketika ada tamu yang datang ke rumah, si Anak disuruh mengatakan bahwa, "Ayah tidak di rumah". (8) Padahal, pada kenyataannya ayah berada di rumah. (9) Contoh yang lain, ketika anak sedang menangis, orang tua akan berbohong untuk menghentikan tangisannya. (10) Perilaku bohong kecil itu justru mengajarkan kepada anak bahwa bohong adalah hal yang biasa dan diperoleh.
(Diadaptasi dari achh.kpk.go.id)

Penggunaan tanda koma yang salah pada teks tersebut terletak pada kalimat ….

Benar! Salah!

Penggunaan tanda koma pada kalimat (7) tidak sesuai karena seharusnya setelah kata bahwa tidak perlu ada tanda koma.

(1) Organisasi Meterologi Dunia (WMO) melansir laporan pada Maret 2020. (2) Laporan itu menyebutkan bahwa empat tahun terakhir adalah rekor terpanas suhu bumi. (3) Suhu musim dingin pun di Kutub Utara meningkat 3 derajat Celcius sejak 1990. (4) Hal itu melampaui kenaikan tahunan rata-rata selama tiga dekade terakhir. (5) (…) konsentrasi karbon dioksida di atmosfer berada pada level tertinggi dan terus meningkat. (6) Fenomena ini dapat menjadi stimulasi terjadinya banjir besar, kekeringan, dan dan kebakaran hutan pada 2040 jika tindakan tepat sasaran tidak segera diambil. (7) Menurut sekretaris jenderal PBB menyatakan bahwa telah menyuarakan keprihatinannya atas fenomena ekstrem tersebut. (8) PBB pun mengagendakan pertemuan United Nation Climate Action Summit 2019 di New York, Amerika Serikat. (9) Pada kongres tersebut, setiap negara diharapkan hadir dengan membawa rencana penyelesaian atau solusi untuk menangani peningkatan suhu bumi.
(Diadaptasi dari republika.co.id)

Manakah kalimat berikut yang merupakan perbaikan kalimat (7)?

Benar! Salah!

Kalimat yang benar adalah kalimat yang minimal mengandung subjek dan predikat. Kalimat (7) pada teks di atas kurang sesuai karena tidak memiliki subjek. Untuk membuat kalimat tersebut memiliki subjek, yaitu dengan menghilangkan kata menurut sehingga subjeknya adalah Sekretaris Jenderal PBB dan kata menyatakan berfungsi sebagai predikat. Konjungsi bahwa berfungsi sebagai pelengkap.

(1) Sekarang ini pendidikan antikorupsi merupakan suatu hal yang sangat penting. (2) Untuk itu, pendidikan antikorupsi perlu dilakukan di semua lapisan masyarakat. (3) Amat disayangkan bahwa di Indonesia masih terdapat banyak keluarga-keluarga yang tidak menerapkan pola asuh antikorupsi di dalam rumahnya. (4) Hal itu terlihat jelas dengan adanya budaya korupsi dalam berbagai "versi". (5) Budaya korupsi versi ini justru diajarkan orang tua melalui kebohongan. (6) Tanpa sadar orang tua sering mengajarkan anaknya berbohong. (7) Misalnya, ketika ada tamu yang datang ke rumah, si Anak disuruh mengatakan bahwa, "Ayah tidak di rumah". (8) Padahal, pada kenyataannya ayah berada di rumah. (9) Contoh yang lain, ketika anak sedang menangis, orang tua akan berbohong untuk menghentikan tangisannya. (10) Perilaku bohong kecil itu justru mengajarkan kepada anak bahwa bohong adalah hal yang biasa dan diperoleh.
(Diadaptasi dari achh.kpk.go.id)

Penulisan huruf kapital yang salah terdapat pada kalimat ….

Benar! Salah!

Penulisan kata sandang si dan sang ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya tanpa tanda hubung. Contoh: si anak, sang kakak. Kata sang apabila diikuti oleh kata unsur nama Tuhan, maka ditulis dengan huruf kapital. Contoh: Sang Pencipta.

Bacalah teks berikut dengan saksama!

(1) Sebanyak 5 rumah di Kampung Koceang, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, hancur. (2) Rumah tersebut runtuh akibat pergerakan tanah di tebing dekat permukiman warga. (3) "Ada 5 rumah yang ambles. Kejadiannya tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB", kata Rusli, petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi, Rabu (10/5/2017). (4) Rusli mengatakan, sejak pagi, tanah di lokasi itu sudah ambles. (5) Ketika itu belum ada yang rubuh hingga ke dalam jurang. (6) Karena kondisi tanah itu, penghuni rumah langsung mengamankan diri dan harta benda mereka. (7) Bencana yang terjadi tadi malam pun tak menelan korban jiwa. (8) "Korban alhamdulillah tidak ada. Pas kejadian rumah sudah dikosongkan," ucapnya. (9) Berdasarkan pantauan detik.com di lokasi, sejumlah petugas dari Satpol PP, BPBD, polisi terlihat berjaga. (10) Garis polisipun dipasang untuk membatasi akses warga mendekati lokasi ambles. (11) Sejumlah warga juga terlihat berkumpul di sekitar lokasi. (12) Mereka ingin melihat langsung kondisi pasca amblesnya jurang.
(sumber dari detik.com)

Penulisan kata tidak baku pada kalimat di atas terdapat pada kalimat nomor ….

Benar! Salah!

Sesuai kaidah bahasa Indonesia, kata rubuh dalam kalimat nomor 5 seharusnya ditulis roboh, kata polisipun dalam kalimat nomor 10 ditulis polisi pun, dan kata pasca ambles dalam kalimat nomor 12 seharusnya ditulis pascaambles

Bacalah informasi berikut ini!

INFORMASI ASPIRIN
• Termasuk golongan antiinflamasi nonsteroid
• Menghilangkan sementara rasa sakit dan nyeri ringan seperti Artritis atau sesuai rekomendasi oleh dokter Anda
• Bekerja efektif setelah jangka waktu tertentu setelah diminum

PERINGATAN
• Sindrom Reye: anak-anak dan remaja yang menderita atau baru pulih dari cacar air atau gejala seperti flu tidak boleh menggunakan produk ini
• Saat menggunakan produk ini, jika terjadi mual dan muntah, segera konsultasikan dengan dokter karena gejala ini bisa menjadi tanda awal sindrom Reye, penyakit yang jarang tetapi serius

SARAN
• Konsultasikan dengan dokter Anda kegunaan lain tablet aspirin 81 miligram ini demi keselamatan

PERINGATAN ALERGI
• Aspirin dapat menyebabkan reaksi alergi serius yang mungkin termasuk gatal-gatal, asma (mengi), pembengkakan wajah, syok.
(Diadaptasi dari a-buy.com)

Penulisan kata Artritas dalam bacaan seharusnya adalah ….

Benar! Salah!

Nama penyakit umumnya tidak dikapitalkan (misal: pneumonia), kecuali yang berasal dari nama daerah (misal: Ebola) atau nama orang (misal: Alzheimer). Beberapa nama penyakit sudah terdapat di KBBI dan tercatat sebagai kosakata bahasa Indonesia. Untuk nama penyakit yang sudah masuk di KBBI ditulis biasa, sedangkan untuk penyakit yang belum masuk KBBI penulisan dilakukan dengan cetak miring.

Penggunaan tanda baca yang benar terdapat pada kalimat ….

Benar! Salah!

Penggunaan tanda baca yang benar adalah "Pada tahun 2001 rate of inflation 'laju inflasi' di Indonesia memang agak tinggi", karena tanda petik tunggal (') dipakai untuk mengapit makna, terjemah, atau penjelasan kata.

Pemakaian tanda baca yang benar terdapat pada kalimat ….

Benar! Salah!

Pemakaian tanda baca yang benar terdapat pada kalimat "Cindy harus segera pulang, ibunya dirawat di rumah sakit", karena tanda koma untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat mendahului induk kalimatnya.

Cermati teks berikut ini!

(1) Siklon tropis adalah sistem tekanan rendah yang sering disebut dengan badai. (2) Badai tersebut disertai kecepatan angin maksimum lebih dari 34 knot dan pertumbuhan awan hujan yang masif di sekitarnya. (3) Siklon tropis mengakibatkan angin kencang, hujan lebat hingga ekstrim, gelombang tinggi, dan gelombang pasang dengan intensitas tinggi. (4) Misalnya, siklon tropis Seroja yang terjadi di NTT pada tanggal 5 April 2021 menimbulkan korban jiwa. (5) (…) puluhan ribu masyarakat harus dievakuasi. (6) Jumlah pengungsi di posko penampungan korban bencana dampak siklon tropis tersebut mencapai 58.914 jiwa. (7) Kemudian, total luka-luka 225 orang. (8) Menurut Badan Nasional Penanggulangan hingga fasilitas umum mengalami rusak berakibat siklon tropis tersebut.
Diadaptasi dari bnpb.go.id/

Penulisan kata yang salah pada teks tersebut terdapat pada kalimat ….

Benar! Salah!

Kata ekstrim pada kalimat 3 teks tersebut tidak baku. Kata baku dari ekstrim adalah ekstrem.

Menulis merupakan ketrampilan yang paling sulit dikuasai. Dalam proses menulis banyak proses pembelajaran yang harus di perhatikan, diantaranya; adalah pembelajaran pemakaian ejaan sesuai dengan kaidah bahasa yang dianut, pembelajaran pemakaian struktur bahasa yang benar, dan pembelajaran penggunaan diksi maupun frase yang mengungkapkan pikiran.

Kesalahan penulisan tata tulis dalam teks di atas, kecuali ….

Benar! Salah!

Kata diantaranya seharusnya ditulis di antaranya, sebelumnya kata adalah seharusnya tidak terdapat tanda titik koma (;), kata di perhatikan seharusnya ditulis diperhatikan, kata ketrampilan seharusnya ditulis keterampilan.

(1) Laporan kegiatan analisis Tes Kompetensi Dasar mengatakan bahwa rerata kemampuan calistung (membaca, menulis, berhitung) untuk seluruh kabupaten di propinsi DIY belum dapat memenuhi kriteria dan perlu ditingkatkan. (2) Hal ini beralasan jika melihat hasil survei Direktorat Ketenagaan Depdiknas Tahun 2004 yang menyebutkan secara nasional 65,29% dari sebanyak 29.238 guru SD tidak menguasai dengan baik materi pelajaran (Mundilarto, 2005:8). (3) Hal ini memiliki pengaruh terhadap kualitas soal yang digunakan dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional Pendidikan (UASBN), yakni komposisi butir soal UASBN sebanyak 25% ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang berlaku secara nasional, serta 75% soal ditetapkan oleh penyelenggara UASBN tingkat propinsi (Peraturan Mendiknas, 2007). (4) Padahal, angka literasi telah dijadikan salah satu indikator oleh UNDP (United Nations Development Program) untuk mengukur kualitas bangsa. (5) Tinggi rendahnya angka literasi menentukan tinggi rendahnya Indeks Pembangunan Manusia atau HDI (Human Development Index) dan tinggi rendahnya HDI menentukan kualitas bangsa. (6) Dalam publikasi UNDP terakhir, "Human Development Report 2003" Indonesia ditempatkan di peringkat 112 dari 174 negara dalam hal kualitas bangsa. (7) Ditambah hasil survei pengukuran dan penilaian pendidikan oleh Trends in internasional Mathematics and Science Study (TIMSS) 1999 terhadap 38 negara, nilai matematika dan IPA anak-anak Indonesia juga sangat rendah. (8) Hasil pengukuran daya serap kurikulum siswa secara nasional oleh Direktorat Pendidikan TK dan SD tahun 2000/2001 menunjukkan bahwa rata-rata daya serap kurikulum secara nasional masih rendah, yaitu 5,1 untuk lima mata pelajaran (Siregar, 2005:5).
(Sumber dari Kiat Meningkatkan Kemampuan Calistung Anak karya Reka Narbito, 2010, hlm. 12)

Pada kalimat manakah kesalahan penggunaan ejaan (tanda baca, penulisan huruf, dan penulisan kata) ditemukan?

Benar! Salah!

Kalimat yang menggunakan ejaan yang salah adalah kalimat 1, 3, 5. • Kalimat 1: kesalahan penulisan Tes Kompetensi Dasar seharusnya tes kompetensi dasar. Penulisan propinsi DIY seharusnya Provinsi DIY. • Kalimat 3: kesalahan adanya tanda koma (,) sebelum serta Penulisan propinsi seharusnya provinsi. Kalimat 5: kesalahan pada Indeks Pembangunan Manusia seharusnya indeks pembangunan manusia.

(1) Laporan kegiatan analisis Tes Kompetensi Dasar mengatakan bahwa rerata kemampuan calistung (membaca, menulis, berhitung) untuk seluruh kabupaten di propinsi DIY belum dapat memenuhi kriteria dan perlu ditingkatkan. (2) Hal ini beralasan jika melihat hasil survei Direktorat Ketenagaan Depdiknas Tahun 2004 yang menyebutkan secara nasional 65,29% dari sebanyak 29.238 guru SD tidak menguasai dengan baik materi pelajaran (Mundilarto, 2005:8). (3) Hal ini memiliki pengaruh terhadap kualitas soal yang digunakan dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional Pendidikan (UASBN), yakni komposisi butir soal UASBN sebanyak 25% ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang berlaku secara nasional, serta 75% soal ditetapkan oleh penyelenggara UASBN tingkat propinsi (Peraturan Mendiknas, 2007). (4) Padahal, angka literasi telah dijadikan salah satu indikator oleh UNDP (United Nations Development Program) untuk mengukur kualitas bangsa. (5) Tinggi rendahnya angka literasi menentukan tinggi rendahnya Indeks Pembangunan Manusia atau HDI (Human Development Index) dan tinggi rendahnya HDI menentukan kualitas bangsa. (6) Dalam publikasi UNDP terakhir, "Human Development Report 2003" Indonesia ditempatkan di peringkat 112 dari 174 negara dalam hal kualitas bangsa. (7) Ditambah hasil survei pengukuran dan penilaian pendidikan oleh Trends in internasional Mathematics and Science Study (TIMSS) 1999 terhadap 38 negara, nilai matematika dan IPA anak-anak Indonesia juga sangat rendah. (8) Hasil pengukuran daya serap kurikulum siswa secara nasional oleh Direktorat Pendidikan TK dan SD tahun 2000/2001 menunjukkan bahwa rata-rata daya serap kurikulum secara nasional masih rendah, yaitu 5,1 untuk lima mata pelajaran (Siregar, 2005:5).
(Sumber dari Kiat Meningkatkan Kemampuan Calistung Anak karya Reka Narbito, 2010, hlm. 12)

Jika Anda mengutip pendapat Siregar tanpa membaca sumber aslinya, penulisan kutipan bertingkat yang paling benar adalah ….

Benar! Salah!

Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seseorang pengarang/ucapan seorang (ahli/narasumber). Penulisan kutipan yang benar jika mengutip tanpa membaca buku adalah Menurut Siregar (dalam Narbito, 2010 : 12) rerata daya serap kurikulum secara nasional masih rendah, yaitu 5,1 untuk lima mata pelajaran yang diujikan.

Perhatikan teks berikut ini!

(1) Salah satu budaya yang sudah mendunia dan dikenal banyak orang adalah Tradisi Lompat Batu yang dilakukan oleh suku Nias, di Provinsi Sumatra Utara. (2) Artikel yang berjudul Kenali Yuk Tradisi Lompat Batu Suku Nias menjelaskan bahwa tradisi Lompat Batu Suku Nias turut memopulerkan tradisi ini. (3) Tradisi ini dilakukan untuk mempromosikan pariwisata. (4) Tradisi Lompat Batu biasanya dilakukan para pemuda dengan cara melompati tumpukan batu setinggi 2 meter untuk menunjukkan bahwa mereka sudah pantas untuk dianggap dewasa secara fisik. (5) Selain itu, para pemuda juga dapat menguji ketangkasan dan kejantanan melalui tradisi ini. (6) Hal itu merupakan proses pendewasaan yang membuat karakter para pemuda terbentuk menjadi lebih kuat. (7) Tradisi Lompat Batu ini telah terdaftar pada United Nations Educational Scientific And Cultural Organization (UNESCO).
Diadaptasi dari kemensos.go.id

Penulisan judul artikel dan nama lembaga pada kalimat 2 dan 7 yang benar adalah ….

Benar! Salah!

Aturan penulisan judul sesuai PUEBI (2017) yaitu judul buku, majalah, atau surat kabar ditulis dengan huruf miring, sedangkan judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku diapit tanda petik. Oleh karena itu, untuk judul artikel di atas ditulis dengan tanda petik, sementara nama lembaga ditulis biasa dan diawali huruf kapital pada awal kata. Jadi, penulisan judul artikel dan nama lembaga yang tepat "Kenali Yuk Tradisi Lompat Batu Suku Nias"; United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization.

Penulisan tanda baca yang benar terdapat pada kalimat ….

Benar! Salah!

• Kalimat B seharusnya tanda koma (,) setelah kata peserta yang pertama dihilangkan • Kalimat C seharusnya terdapat tanda koma (,) sebelum kata Pati • Kalimat D seharusnya tanda koma (,) sebelum kata karena dihilangkan • Kalimat E seharusnya terdapat tanda koma (,) sesudah kata saya dan kata Amin

Generasi muda yang lebih mendambakan peri hidup yang lebih bebas dengan tata nilai yang lebih individual serta memiliki persepsi sendiri mengenai hidup ini tidak mau begitu saja menerima segala sesuatu dari generasi sebelumnya.

Kalimat di atas mempunyai pola yang sama dengan pola kalimat …

Benar! Salah!

Kalimat pada soal berpola S-P-O. Kalimat yang berpola sama dengan kalimat tersebut adalah D. Siswa sekolah kelas tiga (berkedudukan sebagai subjek), suka membaca (sebagai predikat), dan buku berkedudukan sebagai objek.

Kami baru saja melaksanakan kegiatan rutin karyawisata untuk kelas XI. Tujuan karyawisata kali ini adalah Malang dan Bali. Dini hari, para orang tua mengantar kami ke sekolah. Rombongan berangkat dari sekolah pukul 05.00 pagi. Tujuan pertama kami adalah Malang. Kami sampai di Malang malam hari sejak itu kami menuju penginapan. Lalu, kami beristirahat. Acara kami sesudahnya adalah mengunjungi Universitas Negeri Malang, Selekta, dan terakhir adalah ke TBS. Ketika sehari di Kota Batu Malang, perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pulau Bali. Di Pulau Dewata ini kami menghabiskan waktu dua hari dua malam untuk menikmati keindahan alam dan budayanya.

Konjungsi (kata penghubung) yang tepat untuk mengganti kata bercetak miring adalah ….

Benar! Salah!

Perlu diingat! Kata penghubung atau konjungsi adalah ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Kata penghubung yang paling tepat sesuai dengan konteks kalimat di atas adalah lalu, kemudian, selanjutnya, setelah.

Soal Pemahaman Bacaan dan Menulis
Yes!

Selamat! Anda sudah menguasai sebagian besar dari kuis yang telah kami sediakan. Mau soal UTBK SNBT lainnya yang lebih lengkap, terstruktur, dan menantang? Kami telah menyusunnya di sini: https://ciptacendekia.com/kursus/lolos-utbk-snbt/
Maaf!

Maaf, sepertinya Anda belum menguasai materi yang terdapat di dalam kuis ini. Silakan ulangi kembali mengerjakan kuis ini dengan cara merefresh halaman ini. Untuk dapat belajar secara lengkap dan terstruktur silakan kunjungi link berikut ini: https://ciptacendekia.com/kursus/lolos-utbk-snbt/

Bagikan hasil perolehan Anda:

Daftarkan diri Anda untuk mendapatkan latihan soal berkualitas lainnya

Perlu Anda ingat! Persiapan yang matang dan maksimal, akan membuat peluang tercapainya cita-cita Anda semakin besar. Tentu Anda sudah sangat familiar dengan peribahasa “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian” yang berarti “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”.

Ini menunjukkan bahwa perlu perjuangan dan berani berusaha dalam mencapai cita-cita. Selain itu, sekecil apapun langkah yang Anda ambil dalam mempersiapkan diri, itu akan membawa Anda lebih dekat menuju impian.

Bagaimana Cara untuk Mewujudkan Kesuksesan Anda di Masa Mendatang

  1. Segera mulailah persiapan Anda sekarang juga! Jangan menunda belajar materi pemahaman bacaan dan menulis.
  2. Dapatkan sumber belajar yang cocok untuk Anda. Mulai buat jadwal waktu belajar secara teratur agar mempermudah kegiatan sehari-hari tanpa mengganggu waktu persiapan tes ujian UTBK SNBT. Salah satu sumber belajar yang kami rekomendasikan dan berisi latihan soal sangat lengkap adalah ini: https://ciptacendekia.com/kursus/lolos-utbk-snbt/
  3. Bergabunglah dengan kelompok belajar atau kelas bimbingan jika diperlukan untuk mendapatkan bantuan tambahan. Kami menyediakan ecourse atau kursus online untuk kebutuhan belajar Anda di sini: https://ciptacendekia.com/kursus/lolos-utbk-snbt/
  4. Tetaplah percaya diri dan jangan menyerah meskipun menghadapi kesulitan. Setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Jika Anda telah memahami konsep dasar, menerapkan strategi yang efektif, dan juga berlatih secara konsisten, maka Anda akan menjadi lebih siap dalam menghadapi soal pemahaman bacaan dan menulis yang menjadi salah satu subtes di UTBK SNBT.

Konsistensi bisa menjadi salah satu kunci dalam menggapai impian Anda. Semoga dengan mempersiakan diri secara maksimal, dapat membuat Anda siap menghadapi ujian tes masuk perguruan tinggi negeri favorit.

Sumber Referensi:

Grasindo snbt 2024

Belajar UTBK SNBT

0 Tanggapan pada "Soal Pemahaman Bacaan dan Menulis"

Berikan Komentar Anda

Halo Kak selamat datang! Bila ada yang mau ditanyakan bisa langsung hubungi kami ya..

Kursus Perangkat Desa