KODE DISKON 30% Kursus Perangkat Desa = CIPTACENDEKIA30

Antonim ( Lawan Kata ) dari A sampai Z Disertai Contoh Soal

Antonim ( Lawan Kata )

Antonim ( lawan kata ) dalam bahasa Indonesia sangat banyak jumlahnya. Ada yang berupa kata benda, kata kerja, maupun kata sifat. Bahkan istilah-istilah dalam bidang-bidang tertentu juga memiliki antonim.

Dan tak kalah penting, antonim juga sering keluar dalam soal-soal ujian. Baik itu ujian tingkat Sekolah Dasar, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, hingga ujian tes lolos seleksi CPNS.

Baca juga :

LATIHAN SOAL CPNS TERBARU DAN TERLENGKAP >

Nah, kali ini saya akan menjelaskan seputar antonim. Melalui tulisan ini, kamu akan mempelajari tentang:

Apa itu antonim?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  antonim adalah kata yang berlawanan makna dengan kata lain. Perhatikan contoh kalimat berikut: Buruk adalah antonim dari baik.

Lawan kata dari buruk adalah baik. Jadi, antonim merupakan kata yang maknanya berlawanan dengan kata lain.

Hal ini sesuai dengan pengertian antonim menurut wikipedia, yaitu suatu kata yang berlawanan makna dengan kata lain.

Secara singkat, orang mengartikan antonim sebagai lawan kata.

Mengapa kamu perlu mempelajari lawan kata?

Seseorang perlu mempelajari tentang lawan kata, khususnya bagi mereka yang hendak mengikuti tes ujian masuk perguruan tinggi.

Tapi mengapa lawan kata sering dipakai dalam tes ujian masuk perguruan tinggi?

Sebelumnya, kamu perlu tahu bahwa antonim ini termasuk dalam salah satu tes TPA Verbal (Tes Potensi Akademik Verbal).

Tes ini biasanya merupakan standar seseorang agar dianggap mampu mengikuti masa perkuliahan. Terutama menghadapi banyaknya istilah yang dipakai dalam masa perkuliahan. Yaitu materi di buku-buku kuliah, mendengarkan penjelasan dosen, bahkan saat mahasiswa presentasi tugas kuliah.

Tentu saja, agar lancar dalam mengikuti masa kuliah tersebut, calon mahasiswa diharapkan telah mempunyai bekal dasar dalam kemampuan verbal (bahasa). Universitas pun akan menyeleksi bibit-bibit unggul dengan kemampuan verbal yang mumpuni agar mampu mencerna kata-kata dan kalimat teknis yang banyak digunakan dalam masa kuliah.

Hal serupa juga berlaku ketika seseorang hendak melamar menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil. Soal TPA Verbal pasti keluar dalam soal seleksi CPNS. Karena banyak istilah-istilah dalam bidang tertentu yang akan digunakan ketika mereka telah menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Bahkan, di dalam soal ujian sekolah bahasa Indonesia tingkat SD pun juga telah mencantumkan indikator menentukan antonim di dalam kalimat.

Klik di sini untuk menuju latihan soal menentukan antonim di dalam kalimat.

 

Daftar Lawan Kata

Sampai di bagian ini kamu telah mengerti mengapa kamu perlu mempelajari tentang lawan kata. Nah, setelah mengerti tentang kegunaan mempelajari lawan, sekarang saya berikan daftar lawan kata yang sebaiknya kamu pelajari. Atau bahkan dihafal (jika mungkin).

Kata

><

lawan kata

Abadi

><

fana

Abdi

><

majikan

Abolisi

><

pemberatan

Absen

><

hadir

Abstrak

><

konkrit

Absurd

><

rasional

Adhesi

><

kohesi

Afirmatif

><

negatif

Akrab

><

tak kenal

Aktual

><

fiktif

Aktual

><

basi

Akurat

><

meleset

Akut

><

ringan

Alam fana

><

alam baka

Altruisme

><

egoisme

Amatir

><

profesor

Amatir

><

ahli

Angot

><

sehat

Anomali

><

normal

Antagonis

><

sepihak

Antagonis

><

selaras

Antagonis

><

searah

Antagonis

><

protagonis

Antipati

><

simpati

Antitesis

><

tesis

Apatis

><

aktif

Apex

><

zenit

Arbitrer

><

esensial

Artika

><

antartika

Asketisme

><

hedonisme

Asli

><

duplikat

Asli

><

palsu

Autentik

><

biasa

Autentik

><

palsu

Beraneka

><

semacam

Berbeda

><

sesuai

Berhasil

><

gagal

Berongga

><

rapat

Berpihak

><

netral

Berselang-seling

><

monoton

Bersimbah

><

kering

Berubah

><

konstan

Bhinneka

><

tunggal

Bongsor

><

kerdil

Boros

><

hemat

Botani

><

nabati

Brilian

><

dungu

Bukit

><

lembah

Cabang

><

pusat

Cacat

><

normal

Caci

><

sanjung

Canggih

><

ketinggalan zaman

Capek

><

segar

Cepat

><

lambat

Ceria

><

muram

Chaos

><

normal

Curam

><

landai

Deduksi

><

induksi

Defertilisasi

><

pemupukan

Degenerasi

><

kemajuan

Delusi

><

ilusi

Delusi

><

nyata

Dependen

><

independen

Depresi

><

resesi

Destruktif

><

konstruktif

Deteriorasi

><

kamajuan

Dialog

><

monolog

Diferensiasi

><

ekuivalensi

Dinamis

><

statis

Diskursus

><

dogma

Distansi

><

densiti

Dualisme

><

padu

Dungu

><

brilian

Eklektik

><

gradul

Ekletik

><

tak pilih-pilih

Ekspresi

><

impresi

Ekspresif

><

pasif

Eksternal

><

internal

Ekstrinsik

><

internal

Ekuivalen

><

berlawanan

Elastis

><

kaku

Elektik

><

tak pilih-pilih

Elusif

><

mudah dimengerti

Elusif

><

canggih

Empati

><

tidak peduli

Epigon

><

maestro

Esoteris

><

bersifat umum

Esoteris

><

umum

Esoteris

><

terbuka

Estimasi

><

pasti

Evaporasi

><

kondensasi

Evolusi

><

revolusi

Fakta

><

fiksi

Feminim

><

maskulin

Fiksi

><

nonfiksi

Fiktif

><

fakta

Fisik

><

mental

Fragmen

><

utuh

Frontal

><

gradual

Gagal

><

berhasil

Gamang

><

berani

Gara-gara

><

akibat

Gasal

><

genap

Generik

><

khusus

Gentar

><

berani

Gratifikasi

><

denda

Gugur

><

tumbuh

Hadir

><

absen

Harmoni

><

sumbang

Hayati

><

baka

Hayati

><

mati

Hemat

><

boros

Higienis

><

kotor

Hiperbola

><

apa adanya

Hirau

><

acuh

Holistik

><

monistik

Huni

><

kosong

Idealisme

><

kompromi

Illegal

><

sah

Imigrasi

><

emigrasi

Implisit

><

gamblang

Impresi

><

ekspresi

Independen

><

dependen

Individual

><

kolektif

Induksi

><

reduksi

Inferior

><

superior

Inflasi

><

deflasi

Inisiator

><

peniru

Insinuasi

><

terang-terangan

Insomnia

><

nyenyak

Interim

><

selamanya

Internal

><

eksternal

Introyeksi

><

proyeksi

Jahat

><

baik

Jarang

><

rimbun

Jawab

><

tanya

Jenius

><

idiot

Jinak

><

buas

Jumbo

><

kecil

Kakek

><

cucu

Kaleidoskop

><

seragam

Kamaslahatan

><

kesia-siaan

Kandang

><

tandang

Kapabel

><

bodoh

Kapabel

><

bodoh

Kapitalisme

><

sosialisme

Kasar

><

halus

Kebal

><

mempan

Kecil

><

besar

Kedaluwarsa

><

baru

Kekal

><

fana

Kekang

><

bebas

Kendala

><

pencegahan

Kendala

><

pendukung

Keropos

><

bernas

Khas

><

umum

Khianat

><

setia

Klasik

><

kontemporer

Kohesi

><

adhesi

Kolektif

><

individual

Kompatibel

><

kaku

Konduktor

><

penghambat

Konkaf

><

konveks

Konklusi

><

uraian

Konklusif

><

elusif

Konrol

><

acuh

Konservasi

><

eksploitasi/perusakan

Konstan

><

berubah-ubah

Konsumen

><

penghasil

Kontan

><

hutang

Kontiniu

><

terputus

Kontra

><

setuju

Kontradiksi

><

konvergensi

Konveks

><

cekung/konkaf

Kredit

><

pemasukan

Kretin

><

gigan

Krisis

><

stabil

Krusial

><

sepele

Kualitas

><

kuantitas

Kuantitas

><

kualitas

Kurus

><

tambun

Labil

><

stabil

Lalim

><

adil

Lambat

><

cepat

Lancar

><

macet

Lancung

><

asli

Langit

><

bumi

Las

><

bubut

Leco

><

raksasa

Lentik

><

kaku

Liberal

><

pembatasan

Liberalisme

><

fundamentalisme

Longgar

><

sempit

Loyal

><

tidak setia

Makar

><

jujur

Makar

><

setia

Mandiri

><

dependen

Mandiri

><

bergantung

Marah

><

senang

Masygul

><

senang

Maya

><

nyata

Mayor

><

minor

Melankolis

><

ceria

Menanti

><

meninggalkan

Merahasiakan

><

menyebarkan

Merana

><

senang

Merdeka

><

vasal

Metafisika

><

nyata

Metodis

><

amburadul

Minor

><

mayor

Mistis

><

realis

Mitos

><

fakta

Mobilitas

><

keajegan

Modern

><

kuno

Modernisasi

><

tradisional

Monogami

><

poligami

Monoton

><

berganti-ganti

Monoton

><

berubah-ubah

Moral

><

amoral

Muda

><

wreda

Mufakat

><

tidak setuju

Multi

><

tunggal

Naas

><

untung

Nadir

><

kosong

Natural

><

buatan

Negasi

><

konfirmasi

Nekat

><

takut

Netral

><

berpihak

Nirwana

><

dunia

Nisbi

><

mutlak

Nomaden

><

tetap

Nomadik

><

menetap

Ofensif

><

bertahan

Oleng

><

stabil

Opas

><

pimpinan

Oponen

><

eksponen

Orator

><

pendengar

Orisinil

><

plagiat

Otokratis

><

kerajaan

Otokratis

><

demokratis

Otoriter

><

demokrasi

Out put

><

input

Output

><

pemasukan

Padan

><

bukan bandingan

Padanan

><

pertidaksamaan

Pakar

><

awam

Pancarona

><

seragam

Pandai

><

bodoh

Panjang lebar

><

ringkas

Pasca

><

sebelum

Pasca

><

pra

Pejal

><

berongga

Pejuang

><

pengkhianat

Pembangun

><

destruktif

Pemberani

><

penakut

Pemimpin

><

pengikut

Pemupukan

><

defertilisasi

Penambahan

><

eliminasi

Penting

><

remeh

Percaya diri

><

rendah diri

Peril

><

pujian

Perintis

><

pewaris

Perkasa

><

lemah

Perlop

><

kerja

Persekutuan

><

perseorangan

Pertahanan

><

serangan

Picik

><

luas

Piutang

><

hutang

Planning

><

tak terencana

Plural

><

tunggal

Plus

><

minus

Polemik

><

rukun

Poliandri

><

monogami

Positif

><

ragu-ragu

Positif

><

negatif

Positif

><

ragu-ragu

Praktis

><

teoritis

Preambul

><

penutup

Prefiks

><

akhiran

Preman

><

dinas

Pro

><

kontra

Professional

><

amatir

Progresif

><

regresif

Prolog

><

epilog

Prominen

><

biasa

Proporsional

><

norak

Proposisi

><

reaksi

Quasi

><

nyata

Rabun

><

tajam

Raksasa

><

kerdil

Ramai

><

sepi

Ramalan

><

pasti

Rapuh

><

lurus

Rasional

><

irrasional

Rasionalisme

><

empirisme

Rawan

><

aman

Reaksi

><

daya tolak

Regresif

><

progresif

Remeh

><

penting

Remisi

><

penambahan hukuman

Renggang

><

kerap

Resesif

><

dominan

Resesif

><

kemajuan

Respek

><

hinaan

Retro

><

modern

Revolusi

><

evolusi

Rintik

><

deras

Ritel

><

grosir

Rivalitas

><

persesuaian

Rutin

><

jarang

Salaf

><

mutakhir

Sampling

><

random

Sederhana

><

canggih

Sekarang

><

kemarin

Sekuler

><

sekuler

Sekuler

><

keagamaan

Sekulerisme

><

spiritualisme

Senang

><

merana

Senang

><

merana

Senior

><

junior

Separasi

><

penyatuan

Sesuai

><

berbeda

Setem

><

sumbang

Siau

><

mendidih

Simpati

><

antipati

Sinergi

><

dualistik

Sinkron

><

sumbang

Sipil

><

militer

Skeptis

><

optimis

Skeptis

><

yakin

Soliter

><

individual

Sporadis

><

jarang

Stabil

><

labil

Stabil

><

goyah

Stabil

><

labil

Statis

><

dinamis

Subur

><

tandus

Sumbang

><

laras

Sumbang

><

tepat

Sunting

><

cerai

Surai

><

bertemu

Takzim

><

lancang

Tambun

><

kurus

Tawa

><

tangis

Tentatif

><

pasti

Terapung

><

tenggelam

Teratur

><

kacau

Terjamin

><

tak tentu

Terkatung

><

terbenam

Terputus

><

kontinu

Tersendat

><

mulus

Tesis

><

antitesis

Tetiron

><

asli

Tidak berdaya

><

sinergi

Tidak Peduli

><

empati

Timpang

><

seimbang

Tinggi

><

rendah

Tinggi

><

rendah

Total

><

sebagian

Transedensi

><

imanesi

Tulen

><

tiruan

Tunggal

><

heterogen

Ultima

><

awal

Unggul

><

kalah

Unik

><

biasa

Universal

><

parsial

Vademikum

><

kamus besar

Valuable

><

tidak berharga

Vassal

><

merdeka

Vektor

><

skalar

Vertikal

><

horisontal

Virtual

><

nyata

Virulen

><

baik

Vokal

><

pendiam

Wali

><

kekasih

Wreda

><

muda

 

Contoh Soal Tentang Antonim

Ini adalah contoh soal yang biasa keluar dalam TPA Verbal tentang antonim.

Cobalah jawab soal berikut ini:

Lawan kata nisbi adalah …

a. relatif

b. tidak pasti

c. belum final

d. mutlak

e. ambigu

 

Klik untuk melihat jawabannya.

Lawan kata dari nisbi adalah mutlak.

 

Coba lagi dengan soal antonim berikut ini.

Antonim kata apatis adalah ….

a. cuek

b. skeptis

c. acuh tak acuh

d. acuh

e. beku

Skrol ke bawah untuk mengetahui kunci jawaban.

 

Klik untuk melihat jawabannya.

Istilah apatis datang dari Negara Bunga Tulip yang artinya acuh tak acuh; cuek (informal); beku atau dingin (kiasan); tebal telinga; masa bodoh.

Sehingga lawan kata dari apatis adalah acuh. Acuh itu artinya memedulikan; hirau; hisab; tahu.

 

Masih mau berlatih soal antonim kata yang lain?

Penjelasan sebelum memulai soal online ini

  • Di bawah ini, saya sediakan puluhan soal lawan kata.
  • Dari soal tersebut, saya tampilkan 10 soal secara acak supaya ada jeda dalam mengingat materi yang sangat banyak.
  • Untuk mencoba soal yang lain, silakan refresh halaman ini.
  • Untuk mengetahui kunci jawaban, kamu diharuskan share artikel ini melalui facebook.
  • Jawaban benar akan muncul warna hijau pada pilihan jawaban.
  • Jawaban salah akan muncul warna merah pada pilihan jawaban.
  • Untuk mengetahui skor perolehan kamu, cukup dengan mengisi email dan namamu di kolom yang telah disediakan.
  • Pastikan kamu memiliki jaringan internet yang lumayan kuat untuk mengerjakan soal ini.
  • Setelah paham, mari kita lihat berapa skor perolehan kamu.

Soal 

Klik tombol Mulai Kuis di bawah ini.

 

Bagaimana tips mengerjakan soal-soal antonim (lawan kata)?

Sebelum membahas lebih jauh tentang tips mengerjakan soal antonim, bagaimanakah hasil pengerjaan soal-soal di atas? Apakah bisa benar semua? Jika tidak, kamu memang perlu membaca tips yang akan saya utarakan berikut ini:

1 . Latihan, latihan, dan latihan

Practice makes perfect.

Itulah kata pepatah, yang artinya berlatih menjadikan sempurna.

Bahkan terkadang, soal-soal yang kita latih muncul dalam soal. Atau jika tidak, soal biasanya sedikit dimodifikasi.

Dengan cara memperbanyak latihan, kita jadi memiliki gambaran soal seperti apa yang biasanya keluar dalam ujian.

2. Perbanyak perbendaharaan kata

Perbendaharaan kata yang lengkap terdapat dalam kamus besar bahasa indonesia. Namun apakah mungkin menghafalkan kata sebanyak 90.000-an? (KBBI edisi keempat tahun 2008).

Tentu tidak mungkin tiap hari harus mantengin KBBI.

Solusinya adalah dengan memperbanyak membaca di media massa atau media cetak.

Upayakan dalam 1 (satu) hari konsisten membaca 1 artikel.

Ada beberapa media massa yang dapat dijadikan acuan. Saya sarankan untuk membaca Tempo atau Kompas.

Nah, ketika menemukan istilah yang belum paham, segera buka KBBI. Untuk yang memiliki handphone android tentu saja kamu bisa mendapatkan KBBI di playstore.

 

Apa selanjutnya?

Kerjakan juga soal antonim yang lain melalui link berikut ini:

Tes Antonim >>

atau Anda juga dapat berlatih soal CPNS melalui link berikut:

LATIHAN SOAL CPNS TERBARU DAN TERLENGKAP >

Dan jika Anda ingin lolos CPNS dengan mudah, kami sediakan kursus CPNS Online di sini:

KURSUS CPNS >>

 

Baiklah saya kira ini dulu yang dapat saya bagikan pada pembaca. Akhir kata, jika artikel ini membawa manfaat, mohon  kesediaannya membagikan artikel ini kepada saudara, teman, atau tetangga Anda dengan cara mengeklik salah satu tombol media sosial (facebook, twitter, google plus) di bagian bawah artikel ini.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.

 

Salam hangat,

 

 

Wiji Hatmoko

Admin CiptaCendekia.com

28 Agustus 2018

0 Tanggapan pada "Antonim ( Lawan Kata ) dari A sampai Z Disertai Contoh Soal"

    Berikan Komentar Anda