Kompetensi Kepribadian Guru

Kompetensi Kepribadian Guru adalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru selain ketiga kompetensi lainnya yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.

Nah, tulisan mengenai kompetensi kepribadian ini merupakan kelanjutan dari postingan saya sebelumnya yang membahas tentang kompetensi pedagogik guru.

Selanjutnya, melalui tulisan ini nanti Anda akan mempelajari tentang:

(Klik link di bawah ini untuk berpindah topik)

  1. Pengertian Kompetensi Kepribadian
  2. Alasan pentingnya kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru
  3. Apa saja standar kompetensi kepribadian guru

1. Pengertian Kompetensi Kepribadian

Dalam Penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan disebutkan bahwa kompetensi kepribadian guru adalah kemampuan kepribadian yang:

1) mantap;

2) stabil;

3) dewasa;

4) arif dan bijaksana;

5) berwibawa;

6) berakhlak mulia;

7) menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat;

8) mengevaluasi kinerja sendiri; dan

9) mengembangkan diri secara berkelanjutan.

Dari pengertian di atas, dapat disederhanakan bahwa pengertian kompetensi kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

2. Mengapa Kompetensi Kepribadian ini perlu dikuasai oleh seorang guru?

Inilah alasan mengapa kompetensi kepribadian ini sangat perlu dikuasai oleh guru yang saya kutip dari artikel Bapak Akhmad Sudrajat yang telah diposting pada tanggal 22 Oktober 2012.

  1. Dengan memiliki kepribadian yang sehat dan utuh, sebagaimana diisyaratkan dalam rumusan dasar kompetensi kepribadian guru, maka guru akan lebih mudah dalam melaksanakan proses pembelajaran dan berinteraksi dengan siswa. Karena pada dasarnya, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial seorang guru akan bersumber dan bergantung pada pribadi guru itu sendiri. Bahkan dalam proses pembelajaran dan berinteraksi dengan siswa, maka guru akan banyak ditentukan oleh karakteristik dari guru itu sendiri.
  2. Guru adalah pendidik profesional yang bertugas untuk mengembangkan kepribadian siswa atau sekarang lebih dikenal dengan karakter siswa. Dengan penguasaan kompetensi kepribadian yang memadai dari seorang guru tentu akan sangat membantu upaya pengembangan karakter siswa. Dengan menampilkan sebagai sosok yang bisa di-gugu (dipercaya) dan ditiru, secara psikologis anak cenderung akan merasa yakin dengan apa yang sedang dibelajarkan oleh gurunya.
  3. Di lingkungan masyarakat, kepribadian guru masih dianggap hal sensitif dibandingkan dengan kompetensi profesional atau pedagogik. Apabila ada seorang guru melakukan tindakan tercela, atau pelanggaran norma-norma yang berlaku di masyarakat, pada umumnya masyarakat cenderung akan cepat bereaksi. Hal ini tentu saja dapat berakibat terhadap merosotnya wibawa guru tersebut dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi sekolah, tempat dia bekerja.
  4. Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian guru berpengaruh terhadap perkembangan belajar dan kepribadian siswa. Studi kuantitatif yang dilakukan Pangky Irawan (2010) membuktikan bahwa kompetensi kepribadian guru memiliki hubungan erat dan signifikan dengan motivasi berprestasi siswa. Sementara studi kualitatif yang dilakukan Sri Rahayu (2008) menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian guru memiliki kontribusi terhadap kondisi moral siswa. Hasil studi lain  membuktikan tampilan kepribadian guru akan lebih banyak memengaruhi minat dan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran (Iis Holidah, 2010).

3. Apa saja Kompetensi Kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru?

Berikut ini adalah Standar Kompetensi Kepribadian Guru PAUD/TK/RA sampai dengan Guru SMA/SMK berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru

  1. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.
1.1 Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, adat-istiadat, daerah asal, dan gender.
1.2 Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat, serta kebudayaan nasional Indonesia yang beragam.

2. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

2.1 Berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi.
2.2 Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan, dan akhlak mulia.
2.3 Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya.

3. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.

3.1 Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil.
3.2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif, dan berwibawa.

4. Menunjukkan etos kerja, tanggungjawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.

4.1Menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi.
4.2 Bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri.
4.3 Bekerja mandiri secara profesional.

5. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

5.1 Memahami kode etik profesi guru.
5.2 Menerapkan kode etik profesi guru.
5.3 Berperilaku sesuai dengan kode etik guru.

Kesimpulan

Kini, Anda telah mengetahui tentang pengertian, alasan penting, serta apa saja standar kompetensi kepribadian seorang guru beserta indikatornya.

Ketahuilah bahwa mengetahui semua hal di atas saja tentu tidak cukup. Anda perlu membuktikan bahwa Anda adalah jiwa yang memiliki kompetensi kepribadian yang sehat dan utuh.

Karena sejatinya, ilmu yang tidak dipraktikkan ibarat tanaman yang tidak berbuah. Kelak, kita juga tidak akan dihisab berdasarkan pengetahuan yang kita miliki. Tetapi dari amal perbuatan yang kita lakukan setiap hari.

Oleh sebab itu, maka saya mengajak kepada diri saya pribadi dan kepada Anda untuk sama-sama memiliki kompetensi kepribadian yang benar-benar utuh dan sehat. Yang dibuktikan di dalam setiap tingkah laku kita sehari-hari. Terutama saat berhadapan dengan siswa disaat proses pembelajaran.

Apalagi Selanjutnya?

Bagi Anda yang sedang mempersiapkan diri dalam tes PPPK maupun tes PPG, sangat dimungkinkan bahwa standar kompetensi yang telah saya jabarkan di atas akan menjadi salah satu indikator di dalam tes PPPK nanti.

Karena itu, silakan pelajari kembali secara lebih mendalam tentang standar kompetensi tersebut. Lalu silakan kerjakan latihan soal yang tersedia di website bimbingan belajar era digital ciptacendekia.com ini.

Atau, jika Anda serius untuk sukses dan lolos dalam tes PPPK, maka kami sediakan materi dan latihan soal-soal PPPK yang kami susun secara lengkap dan terstruktur yang dapat Anda ikuti di website ini.

Melalui kursus ini pula, insya Allah fokus belajar Anda akan lebih terarah dan peluang untuk bisa lolos tes PPPK akan semakin besar.

https://ciptacendekia.com/kursus/kursus-pppk

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sukses selalu untuk kita bersama,

Salam cerdas, luar biasa!

0 Tanggapan pada "Kompetensi Kepribadian Guru"

Berikan Komentar Anda

Kursus Perangkat Desa